fbpx

Nasi’in & Harianto Jadi Bos Keset Setelah Gemes Lihat Limbah

Irawulan – detikSurabaya

Pasuruan – Siapa sangka limbah bisa mendatangkan rupiah. Nasi’in dan Harianto, warga Desa Karang Rejo Kecamatan Purwosari Pasuruan sudah membuktikannya. Dari limbah pabrik konveksi, keduanya kini menjadi bos keset kain perca. Produknya kini membanjiri berbagai kota di luar Jawa. Ide keduanya berawal dari rasa ‘gemes’ melihat tumpukan kain bekas di dekat pabrik yang tidak jauh dari rumah mereka. “Kita langsung datang ke pabrik minta kain bekas tersebut. Kebetulan kita bisa menenun kain. Jadi kloplah,” ungkap Nasi’in kepada wartawan di rumahnya, Senin (21/5/2007). Harga kain perca sisa konveksi relatif mudah didapat, dan harganya pun murah. Bentuk dan motif produksi pemuda desa ini cukup variatif, dari yang bulat, oval, hingga model ketupat juga ada. Nasi’in juga bisa membuktikan usaha yang dirintisnya bisa membuka lapangan kerja bagi warga sekitarnya. Untuk setiap pembuatan satu keset, seorang pekerja mendapat uang jasa Rp 200. “Seminggu sekali setiap pekerja bisa buat keset sampai 75 keset,” jelas Harianto yang mendampingi Nasi’in. Berkat keuletannya itu, keduanya sekarang sudang bisa menikmati hasilnya. Selama 11 tahun bergumul dengan keset, keduanya bercita-cita untuk naik haji. “Mudah-mudah secepatnya saya bisa berhaji bersama keluarga,” kata Nasi’in diamini Harianto. (gik/asy) (gik/asy)

Sumber dikutip dari  : http://surabaya.detik.com/read/2007/05/21/104346/782705/475/nasi-in-harianto-jadi-bos-keset-setelah-gemes-lihat-limbah

Comments are closed.